Internet, Dunia Baru Anak-Anak

Seperti yang kita ketahui bahwa sekarang, Teknologi di Dunia berkembang dengan sangat pesat. Dan banyak yang diharapkan dari perkembangan teknologi yang semakin hari semakin maju. Seperti Internet misalnya, Internet yang awalnya hanya digunakan untuk kepentinga militer di Amerika Serikat. Sekarang telah berkembang menjadi sarana komunikasi ,sarana pendidikan, penunjang ekonomi dll,yang sekaligus juga mendobarak batas ruang waktu yang menciptakan peluang-peluang emas dan juga masalah masalah baru yang cukup kompleks.
Dimanapun kita berada, saat ini kita akan sulit untuk menghindari berhubungan dengan dunia teknologi informasi yang sangat berkaitan erat dengan internet. Seperti misalnya kita akan selalu terhubung dengan gdget-gadget yang semakin hari semakin beragam dengan keunggulannya dalam mengakses internet dan apapun yang kita butuhkan. Namun tidak hanya dalam bidang komersil, internet sekarang telah merambah kedunia pendidikan yang sangat membantu dalam kegiatan belajar mengajar dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Terlebih lagi sekarang banyak anak-anak kecil sampai remaja yang telah difasilitasi oleh orang tua dan sekolah dengan gadget-gadget untuk mempermudah mereka dalam mengakses internet untuk kepentingan tertentu.
Sejak Internet di Indonesia digunakan untuk kepentingan pendidikan, orang –orang di Indonesia lebih mudah menagkses pengetahuan, misalnya perpustakaan elektronik yang berada didalam dan luar negeri. Banyak sekali manfaat dari Internet yang ada sekarang. Namun, semakin berkembangnya internet tidak juga selalu berdampak baik untuk kehidupan sehari-hari. Selalu sisi gelap dari pesatnya perkembangan teknologi ini. Seperti misalnya, tindak criminal yang terjadi di dunia cyber. Akses-akses terhadap situs-situs pornografi yang sangat mudah diakses dan dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun. Terlebih sekarang banyak anak-anak yang belum cukup umur yang bermodalkan rasa keingin tahuan yang sangat besar mengakses situs-situs yang tidak layak untuk diakses oleh mereka. Anak-anak jugaIni juga disebabkan oleh :
1. Kemudahan Akses Internet
Dengan makin banyaknya piranti yang bisa terkoneksi dengan internet, anak-anak makin
mudah untuk memasuki dunia online. Bukan hanya dari komputer saja, namun juga dari
ponsel mereka. Lantas apa yang harus dilakukan oleh orang tua dengan kemudahan
tersebut? Para orang tua diimbau untuk membantu anak-anaknya belajar tentang bagaimana
berperilaku yang pantas dan aman ketika berinternet, bukan hanya mengajari tentang situs
mana yang aman dan pantas diakses. Sebab mengajari mereka tentang bahayanya sebuah
situs tertentu, bisa jadi aksi yang basi berhubung informasi di internet terus berganti.

2. Bebas Online Tanpa Aturan
Sebagian besar anak-anak bisa bebas berselancar di dunia maya dan melakukan aktivitas
online mereka karena orang tua tidak menerapkan aturan berinternet. Buntut-buntutnya,
anak-anak akan leluasa mengunjungi situs, berkutat dengan jejaring sosial, chatting via
layanan instant messaging dan lain-lain tanpa pengawasan. Mengetahui hal itu, orang tua
diharapkan mau dan mampu terlibat dalam kehidupan online anak-anak mereka.

3. Anak Jaman Sekarang Tahu Banyak daripada Orang Tua
Semakin dewasa si buah hati, mereka makin lihai dalam berselancar di internet melebihi
para orang tua. Mengakali filter (penyaringan) dan settingan history adalah aksi yang harus
diwaspadai. Orang tua dalam hal ini harus sering-sering menambah wawasan agar tidak
‘dilangkahi’ oleh anak-anak mereka sendiri.

4. Dunia user-generated content
Di jagad user-generated content, mereka yang terkoneksi dengan internet, termasuk anakanak
bisa menciptakan beragam konten sendiri. Mereka mampu memposting dan menerima
foto, stream video, serta menulis dan membaca hal-hal yang bisa dilihat siapapun yang
sedang online. Bahayanya, merekapun bisa menerima informasi tanpa editan dan saringan.
Membantu anak-anak berpikir kritis akan apa yang mereka posting, baca dan lihat di internet
adalah langkah yang penting.

5. Anak Inginkan Kebebasan
Sangat natural jika anak Anda yang menginjak usia remaja menginginkan privasi, mencoba
kepribadian yang berbeda dan berusaha untuk diterima. Hal ini adalah bagian dari proses
menuju kedewasaan. Kadangkala orang tua ‘datang’ di saat yang dirasa tidak tepat saat
berurusan dengan kebebasan dan keamanan berinternet. Orang tua sebaiknya bisa mencari
celah yang tepat dan waktu yang pas agar anak-anak tidak merasa terlalu dikontrol dan
diperlakukan overprotective.
Jadi, sebenarnya sudah selayaknya kita menerapkan Internet sehat dalam kehidupan Teknologi Informasi yang sekarang sedang berkembang pesat, dan akan terus berkembang. Dengan ini kita bisa mengontrol mana yang cukup baik untuk kehidupan Internet. Dan bagaimana menggunakan internet secara bijak dan bertanggung jawab.
Dan ada beberapa tips agar kita dapat menjaga anak-anak tetap aman dalam Dunia Maya. Ini dia cupliak tipsnya: 

1. Masuklah ke dunia online mereka
Keterlibatan orang tua di kehidupan online anak-anak sangat penting apalagi mengingat anak-anak kini akrab dengan internet. Selayaknya Anda mengenal lingkup gerak mereka, pastikan juga Anda mengenal ‘taman bermain’ mereka yang lain. Pastikan mereka berselancar di dunia maya dengan aman.

2. Buatlah aturan
Kebebasan yang tak ada batasnya dalam kegiatan online akan membawa dampak buruk bagi anak-anak. Akan lebih baik jika Anda membuat aturan mengenai lamanya waktu online dan situs-situs apa saja yang boleh atau tidak boleh mereka kunjungi. Anda bisa membicarakannya dulu dengan mereka, termasuk membicarakan mengenai konsekuensi jika mereka melanggar aturan tersebut. Pasang aturan itu di dekat komputer agar mereka selalu ingat.

3. Ajarkan mereka untuk melindungi privasi
Anak-anak tidak sepenuhnya sadar mengenai konsekuensi mengumbar informasi-informasi pribadi. Nah, tugas Anda-lah untuk membuat anak-anak tahu mengenai sejumlah tindakan seperti:
·         Jangan pernah memberikan nama, nomer telepon, alamat email, alamat rumah, sekolah atau foto tanpa ijin Anda.
·         Jangan pernah membuka email dari orang yang tidak dikenal.  Jangan merespon pesan yang mengganggu.
·         Jangan bertemu dengan orang yang dikenal melalui internet.

4. Jangan Abaikan Lokasi
Alih-alih membiarkan anak Anda memakai komputer di kamar pribadi, tempatkanlah komputer di tempat umum. Hal ini akan memudahkan Anda untuk memonitor penggunaannya.

5. Jadilah Sahabatnya Anjurkan anak Anda untuk memberitahu Anda jika mereka menjumpai hal-hal yang membuatnya tak nyaman. Yakinkan dia bahwa Anda tidak akan berlebihan, menyalahkannya atau melarangnya berinternet ria.

6. Bekerjasama dengan ISP
Jika memungkinkan, bekerjasamalah dengan penyedia layanan internet (ISP) Anda. Biasanya mereka memiliki parental control gratis yang bisa membatasi pengaksesan
anak-anak ke situs-situs tertentu. Softwaresoftware parental control juga banyak tersedia di internet secara gratis.

7. Maksimalkan Browser Anda
Apabila ISP Anda tidak memiliki kemampuan di atas, Anda masih memiliki opsi aman dalam berinternet di browser Anda. Misalnya jika Anda memakai Internet Explorer, program Content Advisor bisa Anda jumpai di Tools > Internet Options > Content. Ia akan menyaring bahasa, seks dan kekerasan yang ada di internet.

8. Setting Mesin Pencari Anda
Search engine (mesin pencari) seperti Google menawarkan penyaringan yang bisa diklik di Preferences/SafeSearch Filtering. Saat ia diaktifkan, ia mampu memblokir situs yang memuat konten seksual.

9. Kenali Situs yang Aman untuk Usianya
Anda bisa mencari situs-situs yang cocok untuk usia anak Anda dengan konten yang bervariasi seperti tentang film, musik, sejarah, ilmu pengetahuan, dan lain-lain.

            Mungkin dengan menerapkan tips-tips tersebut, kita bisa lebih mengoptimalkan dunia internet yang sehat dan cocok untuk anak-anak kita. Dan ini adalah salah satu langkah untuk menuju ke Internet Indonesia yang sehat.


daftar pustaka
internet sehat : http://kalamkata.org/2011/02/20/pedoman-berekspresi-online/?did=20
internet sehat : http://kalamkata.org/2011/02/20/pedoman-berekspresi-online/?did=36